<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8667961776991419862</id><updated>2012-02-16T18:03:13.385-08:00</updated><title type='text'>Tulisanku</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8667961776991419862/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wong Pelauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14026558056184575345</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_9c0bu7LqlEM/SXSoNkUJ0MI/AAAAAAAAAR8/-8rMdwkae04/S220/me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8667961776991419862.post-7185694203127634961</id><published>2007-12-15T08:42:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T08:46:51.608-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 22pt;font-size:100%;" &gt;MASALAH BESAR DIANGGAP SEPELE&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ary&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;span&gt;Talaohu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;konflik antar entin dan antar umat beragama dimaluku akhir-akhir ini adalah kelanjutan proses panjang yang kini menjadi tugas kita semua untuk menuntaskannya। Terhadap eskalasi konflik itu, orang bertanya-tanya :bukankah konflik itu dimulai dari perkara yang sering kita perkecil, yaitu dari soal 'uang receh' yang di pertengkarkan oleh orang-orang kecil pula(kernet dan penumpang angkutan kota)??'kebetulan' disana terkait marka kelas, etnik dan juga agama, maka jadilah soal 'kecil' itu membesar dan tak terkendali. Kini nyata bahwa semua itu bukanlah soal kecil. Jadi yang bermasalah adalah wacana kita yang cenderung meremehkan soal 'uang receh' yang diperebutkan oleh orang-orang kecil itu. Kita harus mengubah perspektif wacana kita ke perspektif mata orang kecil,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;homa &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;yang di mangsa &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ido. &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Dari sana kita akan melihat, bahwa 'uang receh' itu urusan besar. Hidup orang mereka dianggap pecundang (baca orang-orang kala), karena kebrhasilanya mendapatkan uang receh yang di buang (kerena dianggaptidak bernilai) oleh para kelas menengah diatasnya. Warga menengah atau perantara ini di dominasi oleh para pendatang, pengembara, dan opurtunis. Lagi-lagi mereka seperti ikan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ido&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; yang mengembara dilautan atau seperti para pengemudi mobil dan pelintas jalan di Jakarta dan kota-kota besar lainya di seluruh indonesia. Mereka membuang 'uang receh' untuk mengusir peminta-minta, pengamen agar tisak mengores mobilnya atau menggangu dirinya. Mereka memberi untuk mengamankan jalan untuk meraih keuntungannya sendiri...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-align: justify;"&gt;wajah manusia maluku adalah potret wajah orang-orang kalah. Mereka jadi pecundang karena tragedi sejarah. orang-orang maluku menjadi korban tombak bermata tiga atau trisula yang ditusukan oleh duet modal dan kekuasaan politik. Ketiga ujung tombak itu terdiri dari  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;i&gt;investasi &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;di  sektor ekstraktif yang bertujuan menguras kekayaan sumber alam(  hutan, tambang, laut) demi akumulasi modal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal;"&gt;Proses  depolitisasi lembaga-lembaga dan organisasi rakyat demi pemusatan  kekuasaan.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;i&gt;Penjinakan para penghuni rimba  &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;atau para warga tempatan  melalui pemaksaan nilai-nilai 'asing' yang merasuk lewat agama-agama  dunia, dan sekarang lewat apa yang disebut agama sekuler baru, yaitu  negara bangsa dan pembangunan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: normal; text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;pada saat trisula seperti yang digambarkan diatas menancap kuat, para warga menengah itu meraih keuntungan lebih besar dari pusat kekuasaan. Tetapi kekuasaan pusat lumat disambar &lt;/span&gt;&lt;i&gt;hiu &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;raksasa-yang sering disebut GLOBAL- maka warga menengah itu cenderung menggigit dan membebani mereka yang sebelumnya selalu jadi pecundang. Lalu, ketika ketahanan dan kesabaran para warga tempatan, korban dibawah korban lainnya itu terlampaui, maka terjadilah amukan 'si kecil' tarhadap 'si besar', komunitas tempatan terhadap pendatang [misal Ambon lawan Bugis, Buton,Makasar(BBM)], daerah melawan pusat-misalnya peristiwa RMS, dan seterusnya. Pertengkaran di Maluku beberapa tahun lalu adalah manifestasi dari persoalan 'uang receh'..namun remifikasi strukktur sosial merumitkan konflik 'kecil' itu jadi tak terkendali, karena konflik antara kernet dan penumpang angkutan kota itu memang tidak remeh seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Komplikasi karena marka-marka etnik, keagamaan dan kepentingan ekonomi-politik yang tidak dapat dibendung  oleh adat dan ritual lokal(&lt;/span&gt;&lt;i&gt;misalnya pela gandong&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;) yang sumberdaya telah dibuat (oleh penertasi trisula kekuasaan) tergantung pada kekuasaan dari pusat yang sedang meleleh......&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-style: normal;"&gt;penetrasi trisula kekuasaan itu mengalami stagnasi(kemandekan), justru karena dukungan kekuatan pasar global mangkir. Kemandegan terjadi bukan karena masyarakat tempatan, tetapi justru pada pusat yang selama ini mengklaim dirinya sebagai pemrakarsa pembangunan..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8667961776991419862-7185694203127634961?l=tulisanwongpelauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/feeds/7185694203127634961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8667961776991419862&amp;postID=7185694203127634961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8667961776991419862/posts/default/7185694203127634961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8667961776991419862/posts/default/7185694203127634961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/2007/12/masalah-besar-dianggap-sepele-oleh-ary.html' title=''/><author><name>Wong Pelauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14026558056184575345</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_9c0bu7LqlEM/SXSoNkUJ0MI/AAAAAAAAAR8/-8rMdwkae04/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8667961776991419862.post-7153949117248315036</id><published>2007-12-15T08:27:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T08:40:07.488-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;PATIMURA&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;KAP&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;ITAN&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;SERIBU&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt; RUPIAH&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Awaludin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Tuahena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;link media="all" href="http://l.yimg.com/us.js.yimg.com/lib/pim/r/medici/16_11/mail/us/mail_blue_all.css" type="text/css" rel="stylesheet"&gt;&lt;script src="http://l.yimg.com/us.js.yimg.com/lib/pim/r/medici/16_11/mail/mailcommonlib.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;style type="text/css"&gt;.replbq{width:100%}&lt;/style&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;    var LetterVals =    {     UIStrings : {            __last : 'not used'     },      StateDynamic : true,     yplus_browser : false,     premium_user : false,     smsintl : "",     SidebarSyncActionType : "read",     SidebarSyncAuxActionType : "",                                 SidebarSyncUID : "2682",     SidebarSyncAuxUID : "",          getString : function(id)     {      var result = this.UIStrings[id];      if ( result == null ) {       return "Not translated: '" + id + "'";      }      return result;     }    } &lt;/script&gt;&lt;script src="http://l.yimg.com/us.js.yimg.com/lib/pim/r/medici/16_11/mail/letter.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Siapa sih yang tidak mengenal uang atau duit? Kita semua tentu tahu dan pernah meggunakannya, anak usia balita-pun kadang sudah memahami fungsi uang sebagai alat tukar, untuk membeli permen, coklat dan lain sebagainya. Secara fisik, uang yang lazim kita gunakan adalah berupa selembar kertas dan sekeping logam bulat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Namun, pernakah kita berfikir! kenapa disetiap lembaran uang kertas atau recehan uang logam selalu dipasang gambar wajah para pahlawan atau tokoh-tokoh sejarah suatu Negara. Dibelahan Negara manapun didunia ini, kita pasti menemukan fenomena tersebut. Di Amerika Serikat Misalnya, hampir sebagian besar uang kertas di Negara tersebut memasang wajah tokoh-tokoh pendiri Negaranya dari George washington, Tommas Jefferson, Jhony Adams, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Di Negara kita, uang lembaran seratus ribu Rupiah (Rp. 100.000) sebagai batas nominal terbesar uang kertas tercetak wajah Tokoh Proklamator bangsa ini; Soekarno dan Hatta, sedangkan di lembaran lima puluh ribu (Rp.50.000) ada wajah I gusti Ngurah Rai dari Bali yang menggantikan wajah mantan Presiden Soeharto beberapa waktu lalu. Di lembaran Rp 20.000 ada Otto Iskandar Dinatta, Rp.10.000 ada Sultan Mahmud Badarudin II, Rp.5000 ada Tuanku Imam Bonjol, dan nominal yang terkecil adalah lembaran uang Rp.1000 ada wajah Kapitan Pattimura, Sang pahlawan dari tanah Maluku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Disinilah letak Fenomenanya sekaligus mengundang Kontroversial. Bank Indonesia (BI) sebagai Lembaga Tertinggi yang mempunyai Hak Mencetak dan Mengedarkan uang di Negara kita, tentu memiliki alasan kuat dan pendapat tersendiri mengenai pahlawan mana yang dipilih, penempatan urutan pahlawan dalam setiap lembaran uang kertas dari nominal terendah sampai nominal terbesar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, Filosofis dari Bank Indonesia (BI) yang memilih sebagian pahlawan dan meniadakan pahlawan yang lain dalam mencetak lembaran uang kertas berwajah para Pahlawan atau tokoh-tokoh Nasional. Kenapa Soekarno-Hatta harus dilembaran Rp.100.000, dan Igusti Ngurah Rai di lembaran Rp.50.000, sedangkan Tuanku Imam Bonjol di Rp.5000 lebih rendah dibandingkan Otto Iskandar Dinatta di lembaran Rp.20.000 dan Sultan Mahmud Badaruddin II di lembran Rp.10.000. Mengapa pula Kapitan Pattimura yang dipilih untuk menjadi cover lembaran Rp.1000 yang nominalnya sangat kecil dibandingkan dengan semua Lembaran uang kertas yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sebagai Generasi Muda Maluku, tentunya kita bangga dan sedikit heran(?). &lt;strong&gt;Bangga&lt;/strong&gt; Karena Pahlawan dari tanah maluku &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(Kapitan Pattimura)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; setidaknya dihargai Heroisme-nya ketika mengusir Penjajah Belanda dari Bumi pertiwi ini. Dan &lt;strong&gt;Heran&lt;/strong&gt;, Kenapa Pahlawan dari tanah Maluku ini cuma dihargai dilembaran uang Rp.1000. Apakah Kontribusi dan perjuanggannya tidak sehebat Tuanku Imam Bonjol di Lembaran Rp.5000, atau tidak setangguh Sultan Badaruddin II (Rp.10.000), Otto Iskandar Dinatta (Rp.20.000), dan I Gusti Ngurah Rai di lembaran Rp.50.000, ataukah karena Pattimura Hanyalah Pahlawan yang jauh di ujung Timur Nusantara sana, sehingga lembaran Rp.1000 sudahlah cukup dan pas untuk menggambarkan kontribusinya. (??????).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Semua orang tentu memiliki persepsi masing-masing, mungkinkah prioritas yang di pakai BI (Bank Indonesia) untuk menentukan Pahlawan mana yang dipilih menggunakan Analisa ala Michael H. Hart dalam karya Kontroversialnya &lt;em&gt;"Seratus Tokoh Yang paling Berpengaruh di Dunia"&lt;/em&gt; dengan menempatkan urutan tokoh sesuai kontribusi dan pengaruhnya dalam mempengaruhi jalannya sejarah dunia, ataukah BI hanya asal cetak dan menentukan siapa pahlawan yang dipilih sesuai keinginannya. Secara Filosofis, kita kembalikan persolaan ini kepada BI selaku Legitimasi pemerintah untuk memproduksi uang kertas maupun uang logam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Marilah kita berfikir kritis mengenai fenomena ini, secara Matematis 1000 x 100 = 100.000, Kapitan pattimura x 100 = Soekarno-Hatta. Logikanya ; seratus kali kepahlawanan Pattimura sebanding dengan sekali Kontribusi Soekarno Hatta untuk negeri ini, sedangkan Lima puluh kali kegigihan Pattimura mengusir penjajahan Belanda hanya sebanding dengan sekali kontribusi I gusti Ngurah Rai. Begitupun dengan Pahlawan-pahlawan lain-nya yang ada di lembaran Rp.5000, Rp.10.000. dan Rp.20.000, Pattimura memiliki Kontribusi yang kecil sekali setidaknya dimata saya selaku penulis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Secara Matematis, Mungkin tidak ada Pemaknaan yang eksistensial, Namun dibalik makna filosofis, terlihat adanya Diskriminasi Heroisme terhadap sebagian Pahlawan Negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Tulisan ini tidaklah mengajak kita untuk membangun sentimen kedaerahan, namun hanya sekedar komentar tentang sebuah fenomena yang ada di sekeliling kita. Banyak hal-hal kecil yang luput dari pandangan kita, akan tetapi bisa menjadi persolaan besar ketika eksistensi suatu daerah dipinggirkan. Negara Kita adalah Negara Besar yang kaya akan keragaman Budaya, suku bangsa dan Agama. Alangkah bijaknya Pemerintah melalaui BI (Bank Indonesia) melihat fenomena kecil ini sebagai sebuah masalah Fundamental, karena Keutuhan Bangsa dan Negara sesungguhnya terletak ditangan Daerah-daerah. semoga....(inohoko) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8667961776991419862-7153949117248315036?l=tulisanwongpelauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/feeds/7153949117248315036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8667961776991419862&amp;postID=7153949117248315036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8667961776991419862/posts/default/7153949117248315036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8667961776991419862/posts/default/7153949117248315036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/2007/12/patimura-kap-itan-seribu-rupiah-oleh.html' title=''/><author><name>Wong Pelauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14026558056184575345</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_9c0bu7LqlEM/SXSoNkUJ0MI/AAAAAAAAAR8/-8rMdwkae04/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8667961776991419862.post-7001642846128601747</id><published>2007-12-14T20:27:00.002-08:00</published><updated>2007-12-14T20:35:27.800-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Syirik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;dimana&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;-mana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Roevhi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Salampessy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kemaksiatan terjadi dimana-mana, dari kota-kota besar Metropolitan hingga ke pelosok-pelosok desa, menerebos setiap dinding budaya dan Agama serta Merampas sebagian besar jati diri generasi muda bangsa ini. Seakan-akan kita tak sanggup lagi, dan satu-satunya pilihan hanyalah mengikutinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Kemaksiatan sendiri&lt;b&gt; &lt;/b&gt;menurut para Ulama adalah perbuatan melanggar syariat Islam dalam arti yang sangat luas. Saat ini pemahaman umat tentang Islam sangatlah sedikit, sehingga sangat wajar aturan-aturan Islam yang berorientasi pada Rahmatan Lil Alamin salah diartikan dan seolah-olah dia adalah momok bagi kehidupan ini. Melihat fenomena seperti ini, sungguh sangat disayangkan siapakah yang bertanggung jawab atas semua ketidak tahuan umat tentang Isalam dan seluruh aturan-aturan hidupnya ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Dari sekian banyak kemaksiatan yang terjadi saat ini, mungkin yang paling parah dan benar-benar menjadi sebuah trend adalah perbuatan syirik kepada Allah SWT. Syirik sendiri menurut pengertiannya adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan Mahkluk ciptaannya. Pengertian ini sebenarnya sangat spesifik, karena kurangnya pengetahuan akan Islam, maka Syrikpun diartikan sesederhana itu, sehingga perbuatan yang nyata-nyata mengandung syrik kepada Allah SWT,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikatakan bahwa dia adalah tradisi atau budaya yang harus dilestarikan, misalnya budaya sebagian daerah di Nusantara yang berorientasi syirik dapat kita jumpai pada acara-acara ritual atau upacara-upacara adat. Upacara atau ritual di sebagian besar wilayah jawa dalam menyambut satu muharam, atau ritual-ritual lain yang sejenis, seperti selamatan atau sesembahan, pengguanaan sesajen dan membakar kemenyan, serta penaburan bunga-bunga, jelas-jelas bukan merupakan ajaran yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad SAW. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1026" style='position:absolute;  left:0;text-align:left;z-index:251659776' from="0,-60.75pt" to="762pt,-60.75pt"  strokeweight="4.5pt"&gt;  &lt;v:stroke linestyle="thickThin"/&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 251659776;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: -3px; top: -84px; width: 1022px; height: 6px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Ini adalah penyakit dalam tubuh umat, kerangka berpikir yang menjurus kearah &lt;i&gt;Politheisme&lt;/i&gt;, yakni sebuah &lt;u&gt;doktrin metafisis &lt;/u&gt;yang menyatakan bahwa alam semesta bukan merupakan suatu kebetulan ataupun tanpa adanya Tuhan sebagai pencipta, melainkan banyak yang mengatur dan tidak hanya satu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Mitologi ini dengan demikian, telah menimbulkan macam-macam perbuatan aneh dan tahayul &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sejalan dengan kemampuan meramu lamunan masing-masing masyarakat politheitis tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Mitologi ini pun menjelma menjadi berbagi ajaran adat yang berakulturasi dengan Islam pada berbagai daerah di Nusantara. Sehingga muncul istilah-istilah seperti Islam adat atau Islam Kejawen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Nabi, wali, syuhada, orang saleh, ulama dan pemimpin agama, dimitoskon sebagai pelaksana titah Dewata dalam bentuk lain, sehingga golongan masyarakat Politheis Islamisme ini sengaja meniadakan dewa-dewa dan para penyembahnya yang menjadi ciri khas Hinduisme, hanya sekedar menggantikannya dengan hamba-hamba Allah yang seluruh hidupnya yang diabadikan untuk menyebut nama Allah dan menentang penuhanan manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Mereka ini melakukan ritual-ritual dengan berdoa kepada selain Allah dengan alasan orang-orang suci atau wali tersebutlah yang akan menjadi perantara dengan Allah. Salah satu ajaran syirik yang sudah sangat mengakar dan mendalam pada setiap adat atau tradisi di berbagai wilayah Nusantara ini. Sehingga sangat wajar kemaksiatan terjadi dimana-mana, hanya karena ketidak pamahan umat tentang ajaran Islam yang sebenarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t202"  coordsize="21600,21600" o:spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;  &lt;v:path gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t202" style='position:absolute;  left:0;text-align:left;margin-left:390pt;margin-top:-495.7pt;width:366pt;  height:45pt;z-index:251665920' fillcolor="#969696"/&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 251665920;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 519px; top: -662px; width: 494px; height: 66px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Berkaca pada berbagai permasaalahan umat tadi, sudah saatnya kita meluruskan pemikiran-pemikiran yang keliru mengenai Islam beserta aturan-aturan hidupnya, sehingga Insyah Allah kemaksiatan yang menjadi penyebab runtuhnya moral dan ahklak umat ini, berangsur-angsur bisa menghilang dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sendirinya dengan ditandai munculnya generasi-generasi pembaharu yang berjalan diatas rel Islam dan jalan orang-orang yang beriman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ya Allah, ya Tuhanku tulisan ini hanyalah sekelumit jeritan hati yang menyaksikan sendiri dengan mata kepala, begitu banyak manusia yang berbuat maksiat kepadamu, tanpa malu-malu dan Menyamakanmu dengan mahkluk ciptaanmu. Ya Allah, Ya Rabbi tulisan ini hanyalah sepenggal kata-kata yang keluar dari dasar jiwa yang paling dalam, yang menginginkan suatu kebenaran akan kekuasaanmu. Hingga hari ini ya Rabbi ya Rahim, begitu banyak manusia yang tidak peduli akan kitabmu serta ajarannya, ya Allah, dalam sembah sujudku, hanya kepadamulah aku meminta dan memohon, hanya kepadamulah Hidup dan matiku. Dan hanya kepadamulah aku menyembah. Akhirnya semoga kita semua dapat kembali ke jalan yang benar sesuai Al-Quran dan Sunah Nabi. &lt;i style=""&gt;Waulahu alam bisawab&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8667961776991419862-7001642846128601747?l=tulisanwongpelauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/feeds/7001642846128601747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8667961776991419862&amp;postID=7001642846128601747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8667961776991419862/posts/default/7001642846128601747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8667961776991419862/posts/default/7001642846128601747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/2007/12/syirik-ada-dimana-mana-oleh-roevhi-m.html' title=''/><author><name>Wong Pelauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14026558056184575345</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_9c0bu7LqlEM/SXSoNkUJ0MI/AAAAAAAAAR8/-8rMdwkae04/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8667961776991419862.post-4202227949213350455</id><published>2007-08-09T14:58:00.000-07:00</published><updated>2007-11-09T07:13:00.437-08:00</updated><title type='text'>Pedoman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di page ini, kamu bisa menyalurkan suatu hasil karya yang berupa tulisan yang bersifat bebas dengan menggunakan bahasa yang sopan dan dapat dimengerti. Untuk bisa diPosting di page ini, kirimkan tulisan kamu ke aldhy_007@yahoo.com.sg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam saya, inohoko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;PENIPUAN MENUJU KEKUASAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:100%;" &gt;(Seruan untuk rakyat Maluku dan Calon Kepala Daerah menuju PILKADA Tingkat I Maluku)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Oleh : Roe Salampessy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Sebentar lagi Maluku akan Memasuki gerbang Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah Tingkat I (PILKADA I)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;, sebuah babak baru menuju Maluku yang bebas dari konflik horisontal yang terjadi beberapa waktu lalu. Mengingat Pesta Demokrasi ini adalah yang pertama di maluku semenjak sistem pemilihan beralih ke suara rakyat secara langsung dan bukan melalui wakil rakyat, maka penyambutan Pesta ini (PILKADA) sudah disiapkan jauh-jauh hari. Suhu Politikpun memanas dalam sekejap yang berakibat rawannya konflik kepentingan. Maluku jadi perhatian publik seketika, harap-harap cemas menanti Pesta Terakbar di kawasan tersebut. opini dan analisa jadi santapan hari-hari rakyat Maluku, dari pakar politik, pemerhati sosial, kaum muda intelektual, hingga kalangan akar rumput &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;(Rakyat kecil)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;. Harapan tinggipun diusung beberapa kandidat untuk membawa maluku kearah yang lebih baik, harmonis, sejahtera, aman dan damai. Lobi-lobi politik pun dilakukan demi mulusnya jalan kearah kekuasaan, hingga pemilihan tim sukses yang akan menjalankan agenda besar yang bernama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;kampanye. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Strategi di atur dan danapun disiapakan, dimualailah gerakan bawah tanah sebelum masa kampanye hingga pembentukan opini publik. Kata pepatah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;"Siapa yang Cepat dia yang dapat"&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; agaknya sering dipraktekan oleh pelaku-pelaku politik dinegeri ini tanpa malu dan canggung. Masih segar dalam ingatan kita, Maluku dalam setiap Pemilihan Kepala Daerah Tingkat II &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;(Kab-MalTeng, Kab-Buru, Kab-SBT, dll)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; beberapa waktu lalu, meninggalkan jejak rekam yang telah menyulut konflik horisontal antar pendukung, sehingga menimbulkan konflik terbuka yang memakan korban. Padahal semua calon dimata saya pribadi adalah politikus-politikus bermental penjahat yang kekanak-kanakan, Alasannya; sikap yang tidak Ksatria dan Legowo menerima kekalahan, dilain sisi calon yang menang dengan arogansinya tetap mempertahankan kemenangannya dengan pengerahan masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari setiap kasus PILKADA didaerah lain, tampaknya sulit sekali menemukan seorang calon Kepala Daerah yang benar-benar bersih menjalankan Pesta Demokrasi ini. Penipuan, Janji Palsu, penampilan yang pura-pura Kharismatik, hingga perbuatan yang sok berjiwa sosial adalah bagian kecil dari trik-trik yang dipakai untuk merebut simpati Rakyat. Dan terbukti cara-cara seperti itu sering manjur dan mumpuni ketimbang melalui pendekatan yang bersih. usul saya kepada pasangan Calon Kepala Daerah Maluku yang akan bertarung dalam pemilihan nanti, ada baiknya gunakan saja cara-cara kotor untuk mengelabui rakyat, bohongi mereka dengan janji-janji palsu, pura-puralah berjiwa sosial dengan menyantuni wilayah-wilayah yang dianggap basis suara, saya yakin kemenangan tinggal didepan mata. Terbukti dana yang besar tak mampu memenangkan sebagian Calon Kepala Daerah yang tetap menggunakan cara-cara bersih. Rakyat kita adalah rakyat yang gampang dibodohi, pembelajaran Politik hanyalah bersifat teoritis dan wacana kosong. Untuk itu Halalkanlah segala cara guna meraih Kursi kekuasaan, pembunuhan karakter calon lawan melalui opini publik harus terus dilakukan sehingga rakyat tahu siapa yang pantas dan tidak pantas memimpin Maluku kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Rakyat Maluku yang menjadi objek dan sasaran Pesta Demokrasi ini, Tidak perlulah berharap terlalu tinggi memiliki seorang Pemimpin yang amanah terhadap suara rakyat, karena sama saja mencari jarum disetumpukan jerami. Semua Calon yang akan mengikuti PILKADA ini hanyalah penipu-penipu yang punya kepentingan. Saran saya untuk rakyat Maluku gunakanlah hak suara anda dengan bijak, apabila ada calon yang mau menggunakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;"money Politik"&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; dalam kampanye dengan menyogok atau membayar suara, maka terimalah dana tersebut dengan bersyukur, pura-puralah bersikap manis, karena dana seperti itu hanya diterima lima tahun sekali. Setelah terpilih nanti jangan pernah berharap sang Calon akan bersikap sosial seperti itu lagi, yang ada hanyalah kepentingan Indivudu, kelompok dan Kroni-kroninya. Rakyat tidak perlu berlaku anarkis dengan cara pelampiasan emosional yang berlebihan akibat calon yang didukungnya kalah dalam pemilihan nanti, karena sasungguhnya anda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;(rakyat) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;telah menjadi objek kepentingan dari iklim Demokrasi yang terkenal ganas dalam label PILKADA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan ini sengaja saya sampaikan, karena telah muak dengan perilaku Politikus di Indonesia pada umumnya dan Maluku pada Khususnya yang tidak sadar-sadarnya membohongi rakyat dengan janji Palsu, menipu mereka dengan orasi-orasi omong kosong dan membantu mereka dengan ketidak-ikhlasan melalui penyaluran-penyaluran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;SEMBAKO&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kita tentunya berharap PILKADA Maluku jauh  dari kecurangan, sehingga Calon yang terpilih nanti mampu Menakhodai kapal besar yang bernama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;MALUKU&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; ini hingga sampai pada tujuannya lima tahun kedepan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;semoga..... (ROE)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jangan pernah lupa dari mana kita berasal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;oleh : Ressy Salampessy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em style="font-weight: bold;"&gt;(Didedikasikan kepada teman-teman, sahabat-sahabat, suadara-saudaraku dari pelauw)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di era modern sikap dan perilaku masyarakat lebih dinamis, dimana banyak budaya-budaya baru yang lahir akibat proses asimilasi maupun akulturasi budaya. Chairil anwar : (berjuang untuk perubahan) mengatakan "jangan mau jadi pengecut, hidup sekali harus berarti, ada yang berubah, ada yang bertahan karena zaman tak bisa dilawan, yang pasti kepercayaan harus diperjuangkan. Kepercayaan yang dimaksud chairil adalah kepercayaan terhadap diri sendiri sehingga kita tidak menjadi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa mengambil hikmah dari cerita dalam kisah last samurai, dimana modernisasi yang terjadi di jepang membuat semua orang harus meninggalkan kebudayaan jepang dan memasuki gerbang baru jepang modern. Dimana terdapat Undang-undang yang melarang potongan rambut, pakaian maupun senjata seperti seorang samurai. Namun jendral Katsumoto tetap memperjuangkan semangat samurai hingga akhirnya harus mati terhormat dengan harakiri. diakhir cerita jepang waktu itu membuat suatu revolusi yang intinya jangan pernah lupa dari mana kita berasal. Dengan penghormatan terhadap budaya, jepang menjelma menjadi negara maju di kwasan asia bahkan diakui dunia. jepang kini bisa menjelma menjadi negara modern yang tidak lupa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bagaimana dengan kita???orang indonesia apabila pergi ke Amerika disaat kembali nada bicaranya semakin berat bagaikan bule nyasar sedangkan sebaliknya orang amerika yang ke Indonesia disaat kembali dia akan menceritakan keunikan indonesia tanpa harus berlagak kayak orang indonesia. lebih jauh dari pada itu bagaimana dengan kita saat merantau keluar dari kampung halaman tercinta???apakah melupakan dari mana kita berasal atau menjadi diri kita sendiri???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga dengan cerita diatas pembaca bisa merenung tentang siapa dirimu dan apa yang harus dilakukan ketika kita dirantau???(ECHY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBUNUH BERDARAH DINGIN BERNAMA IMPERIALISME&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;oleh : Ressy Salampessy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seiring perkembangan zaman penaklukan suatu negara terhadap negara lain mengalami perubahan signifikan. Apabila di zaman dahulu penaklukan atau perluasan wilayah biasanya dilakukan dengan invasi militer secara besar-besaran sebagaimana "Alexander Yang Agung" yang mempunyai daerah kekuasaan dari Yunani, Mesir, Persia hingga mencapai India ataupun kekaisaran Romawi yang membangun suatu Imperium yang mengandalkan hegomoni terhadap bangsa lain yang hampir menguasai seluruh dataran benua biru, Afrika bagian utara hingga beberapa daerah di asia barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Imperialisme zaman dahulu lebih identik dengan gold, gospel dan glory. Di zaman sekarang, imperealisme mengalami suatu kamuflase yang lebih halus dalam membuat ekspansi dan eksploitasi terhadap negara lain agar menjadi sumber bahan mentah dan tempat penanaman modal sebagai kapital surplus. Negara maju atau lebih populer dikatakan negara-negara dunia pertama seperti Amerika yang menguasai Informasi dengan propaganda-propagandanya atau dengan status sebagai polisi dunia yang selalu membuat standar ganda yang dilarang digunakan oleh negara lain tetapi boleh oleh mereka sendiri(oleh Amerika). Inggris dengan kekuatan politiknya, dimana Inggris dikenal sebagai negara yang mempunyai bekas jajahan terbanyak didunia yang dikenal dengan negara-negara persemakmuran. Bahkan untuk menggambarkan kekuatan politiknya inggris dikenal adigium "Bendera Inggris selalu berkibar sepanjang masa dari terbit matahari hingga tenggelam matahari" dimana mulai dari australia-malaysia-hongkong-india dll daerah-daerah jajahan yang mempunyai dimensi waktu yang berbeda. sehingga inggris pula yang dipilih sebagai pusat waktu dunia atau GMT. Adapaun macan asia seperti Jepang yang mengusai teknologi dengan inovasi yang berbeda dengan negara-negara maju lain. seperti contoh perbedaan produksi mobil jepang, apabila mobil eropa atau amerika mahal maka mobil jepang murah. apabila mobil eropa atau amerika boros maka mobil jepang irit atau apabila mobil eropa atau amerika berat maka mobil jepang cenderung lebih ringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Permulaan lahirnya Imperialisme adalah negara-negara dunia pertama tersebut selalu memproduksi sesuatu namun inflasi menurun didalam negaranya sehingga berdampak pada pemborosan dan tidak maksimal memperoleh keuntungan. Oleh karena suatu lahir sistem yang merupakan wujud baru dari kapitalisme yaitu Imperialisme atau suatu sistem ekonomi mereduksi pola-pola lama pada era merkantilisme dimana yang kuat akan selalu memanfaatkan yang lemah. Imperialisme membuat negara-negara dunia pertama yang mempunyai kekuatan ekonomi, kultur, idielogi maupun agama mengekspansi dan mengeksploitasi dengan paksa sumber daya alam negara-negara dunia ketiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahkan dengan kekuatan ekonomi, negara-negara dunia ketiga mengalami suatu ketergantungan terhadap negara-negara dunia pertama. oleh karena itu, Negara dunia pertama menyadari akan &lt;em&gt;bergaining position &lt;/em&gt;yang lemah dari negara-negara dunia ketiga sehingga dengan mudahnya mempengaruhi suatu regulasi dalam negara dunia ketiga untuk selalu memberikan jalan yang mudah bagi penghisap darah dalam menyedot semua kekayaan alamnya. sebagai contoh di Indonesia : pemerintah tidak berdaya dengan freeport yang merusak lingkungan papua, kasus minamata di teluk buyat (sulawesi uatara) yang lepas dari jeratan hukum atau pembagian blok cepu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan sistem Imperialisme seperti ini maka negara-negara dunia pertama memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. keuntungan atas Sumber daya alam yang melimpah dan biaya buruh yang rendah dll. Memang suatu sistem kapitalis dasar seperti privatisasi, globalisasi maupun neo liberalisme menjadi momok menakutkan bagi negara yang secara ekonomi politik lemah. Namun sudah ada beberapa tokoh dunia seperti ahmadinejab, Fidel castro, evo morales maupun hugo chaves yang dengan lantang menolak kapitalisme maupun imperialisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Imperialisme menjadi senjata mematikan di zaman sekarang dimana untuk mengusai negara lain tidak harus secara fisik seperti perang AS vs IRAK yang banyak memakan korban atau kerugian akibat resiko perang, tapi dengan melumpuhkan secara perlahan dan membuat ketergantungan sehingga suatu negara akan mati perlahan dengan serangan penyakit kemiskinan. (echy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8667961776991419862-4202227949213350455?l=tulisanwongpelauw.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/feeds/4202227949213350455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8667961776991419862&amp;postID=4202227949213350455' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8667961776991419862/posts/default/4202227949213350455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8667961776991419862/posts/default/4202227949213350455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tulisanwongpelauw.blogspot.com/2007/08/pedoman.html' title='Pedoman'/><author><name>Wong Pelauw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14026558056184575345</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_9c0bu7LqlEM/SXSoNkUJ0MI/AAAAAAAAAR8/-8rMdwkae04/S220/me.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
